Tampilkan postingan dengan label Taufik Ismail. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Taufik Ismail. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Februari 2013

Kembalikan Indonesia PadaKu


kepada Kang Ilen

Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga,

Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 wat, sebagian berwarna putih dan sebagian hitam, yang menyala bergantian,

Hari depan Indonesia adalah pertandingan pingpong siang malam dengan bola yang bentuknya seperti telur angsa,

Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang tenggelam karena seratus juta penduduknya,

Kembalikan
Indonesia
padaku.

Doa

Telah nista kami dalam dosa bersama
Bertahun membangun kultus ini
Dalam pikiran yang ganda
Dan menutupi hati nurani

Ampunilah kami
Ampunilah
Amin

Tuhan kami
Telah terlalu mudah kami
Menggunakan asmaMu
Bertahun di negeri ini
Semoga Kau rela menerima kembali
Kami dalam barisanMu

Ampunilah kami
Ampunilah
Amin.

1966 
(Puisi-Taufik Ismail)

Jumat, 01 Februari 2013

Kerendahan Hati

Kalau engkau tak mampu menjadi beringin yang tegak di puncak bukit, jadilah belukar, tetapi belukar yang baik, yang tumbuh di tepi danau.

Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar, jadilah saja rumput, tetapi rumput yang memperkuat tanggul pinggiran jalan.

Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya, jadilah saja jalan kecil tetapi jalan setapak, yang membawa orang ke mata air.

Tidaklah semua menjadi kapten, tentu harus ada awak kapalnya. Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi rendahnya nilai dirimu

Jadilah saja dirimu  

Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri

(Puisi-Taufik Ismail)